Faktor-Faktor Rendahnya Minat Siswa SMAN2 Kota Jambi Masuk di Pendidikan Kimia UNIVERSITAS JAMBI
NAMA : DESI MARLINA
NIM : A1C113014
Kimia merupakan salah satu pelajaran yang dirasakan sulit oleh siswa sekolah menengah dan mahasiswa (Middlecam (1985). Salah satu mata pelajaran yang bisa dikatakan sulit, hal tersebut terbukti dari banyak siswa yang menjadikan kimia sebagai mata pelajaran yang sangat menakutkan.
Kimia itu sendiri yang disebutkan oleh Kean dan Middlecamp (1985: 5–9), yaitu sebagian besar ilmu kimia bersifat abstrak sehingga diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat lebih mengkonkritkan konsep-konsep yang abstrak tersebut, ilmu kimia yang dipelajari merupakan penyederhanaan dari ilmu yang sebenarnya, ilmu kimia berkembang dengan cepat, ilmu kimia tidak hanya sekedar memecahkan soal-soal, dan beban materi yang harus dipelajari dalam pembelajaran kimia sangat banyak.
Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa kimia adalah mata pelajaran yang sulit karena bersifat abstrak maka dari itu diperlukan suatu bantuan seperti media untuk mempermudah proses belajar.
Menurut Belly (2006:4), minat adalah keinginan yang didorong oleh suatu keinginan setelah melihat, mengamati dan membandingkan serta mempertimbangkan dengan kebutuhan yang diinginkannya.
Pengertian Minat belajar adalah suatu penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Seseorang memiliki minat terhadap subjek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subjek tertentu (Djamarah, 2008).
Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa minat adalah suatu keinginan untuk mengamati, membandingkan dan mempertimbangkan suatu objek serta campuran dari perasaan yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Belajar Kimia
Masalah Pribadi
Seorang siswa yang memiliki masalah pribadi akan memiliki beban tersendiri, dia juga tidak bisa berkonsentrasi dengan palajarannya.
Metode Mengajar Guru yang Monoton
Sering kali seorang guru dalam hal memberikan atau menyampaikan pelajaran kurang disukai oleh muridnya. Itu karena mereka bosan dengan apa yang disampaikan terlalu kaku sesuai dengan materi. Sang guru dalam menyampaikannya terlalu monoton.
Pergaulan
Pergaulan bisa juga mempengaruhi minat belajar seseorang, apalagi ketika yang dimiliki adalah sahabat yang senangnya bermain dan tidak memperdulikan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai seorang pelajar, teman yang seperti itu akan mempengaruhi minat siswa, sebab apabila siswa memiliki sahabat yang seperti itu, maka ia merasa memiliki pendukung untuk tetap menjadi dirinya yang malas dan tidak bertanggung jawab terhadap kewajibannya disekolah sebagai seorang siswa
Dorongan Orang Tua
Peran orang tua untuk mendorong anaknya agar mau belajar dirumah sangat penting, karena akan menimbulkan semangat tersendiri bagi siswa tersebut.
Kesulitan Terhadap Mata Pelajaran Kimia
Adapun penyebab kesulitan tersebut adalah karakteristik dari materi pelajaran kimia itu sendiri yang sebagian besar konsepnya bersifat abstrak. Selain itu, pada umumnya siswa dalam memahami materi pelajaran kimia cenderung belajar dengan hafalan.
Sistem Pembelajaran yang Diterapkan oleh Guru untuk Mata Pelajaran Kimia
Metode ceramah.
Dimana guru di sini berperan sebagai penceramah dan siswa hanya sebagai penerima materi. Tetapi dalam metode ceramah ini siswa tidak hanya diam dan mendengarkan, tetapi siswa dituntut untuk aktif dalam bertanya maupun menjawab soal-soal yang diberikan setelah pemberian materi selesai disampaikan.
Metode berdiskusi.
Dalam metode ini siswa di dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan pokok bahasan yang berbeda untuk mereka diskusikan di dalam kelompok mereka masing-masing. Setelah itu barulah setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka masing-masing. Pada saat diskusi sedang berlangsung guru hanya menjadi pengamat, dan di sela-sela diskusi guru membantu siswa dalam meluruskan permasalahan yang sedang mereka bicarakan. Dengan menggunakan metode ini guru berharap siswa lebih kreatif untuk berfikir dan memahami suatu masalah dan dapat menyelesaikan masalah tersebut dengan cara-cara mereka sendiri.
Metode guru mengajak siswa untuk melakukan praktik.
Praktik di sini guru menggunakan alat-alat yang ada di laboratorium. Disini masalah yang timbul ialah kurang lengkapnya fasilitas laboratorium. Sehingga siswa hanya melakukan praktik hanya pada beberapa materi yang dimana di dalam laboratorium tersebut menyediakan alatnya.
Kesulitan Terhadap Mata Pelajaran Kimia
Adapun penyebab kesulitan tersebut adalah karakteristik dari materi pelajaran kimia itu sendiri yang sebagian besar konsepnya bersifat abstrak. Selain itu, pada umumnya siswa dalam memahami materi pelajaran kimia cenderung belajar dengan hafalan.
Membuat Siswa menjadi Berminat dan Tertarik untuk Belajar Kimia
Dalam upaya meningkatkan minat belajar, guru harus memiliki ide-ide kreatif yang dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran kimia ialah:
1. Guru dapat memanfaatkan teknologi yang sudah maju saat ini sebagai alat bantu dalam kegiatan pembelajaran kimia
2. Melakukan pengamatan objek yang diamati pada pelajaran kimia adalah benda, maka siswa hendaknya diharapkan langsung dengan peristiwa yang sesungguhnya sehingga siswa dapat mengamati sendiri gejala yang terjadi dan dapat memahaminya dengan mudah.
3. Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pelajaran kimia tidak bisa terlepas dari eksperimen atau percobaan
4. Siswa hendaknya diajarkan untuk memahami konsep bukan menghafal rumus. Perlu ditanamkan kepada siswa bahwa pelajaran IPA,khususnya kimia, hal yang paling utama adalah memahami konsep, karena rumus adalah penurunan dari konsep tersebut.
Siswa Lebih Memilih UniversitasLain Dibandingkan Universitas Jambi
Kebanyakan siswa Sekolah Menengah Akhir lebih memilih universitas favorit seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan peringkat 1 se-Indonesia dengan diikuti peringkat 2 yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM), peringkat 3 yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), peringkat 4 yaitu Universitas Indonesia (UI), peringkat 5 yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan universitas lainnya. Alasannya
1. Merupakan Universitas Terfavorit
2. Universitas yang paling banyak menawarkan pilihan fakultas kepada calon mahasiswanya
3. Prestasi dan reputasinya yang lebih meningkat dari tahun ke tahun Kebanyakan peluang masuk kerja lebih besar dan lain-lain
Observasi :
1. Apakah anda menyukai pelajaran kimia, berikan alasannya ?
Jawaban :
Kurang, saya kurang menyukai pelajaran kimia dikarenakan materi kimia sulit untuk dipahami dan kebanyakan adanya konsep yang abstrak sehingga sulit untuk dipelajari.
2. Menurut anda faktor-faktor apa saja yang membuat pelajaran kimia itu sulit dipahami ?
Jawaban :
Dari cara guru yang mengajari, materi yang sulit untuk dipahami,terlalu banyaknya rumus, saat belajar tidak konsentrasi.
3. Apakah anda berminat untuk melanjutkan kuliah di pendidikan kimia, berikan alasannya?
Jawaban :
Sedikit berminat dikarenakan ingin mencapai pilihan pertama yang diinginan ( jurusan kedokteran, biologi, dll )
4. Jika anda berminat kuliah di pendidikan kimia, apakah anda berminat untuk kuliah di UNJA, berikan alasannya ?
Jawaban :
Kurang berminat, karena ingin kuliah di luar kota Jambi dengan pilihan Universitas yang diinginkan.
Solusi :
• Memperkenalkan karakteristik Universitas Jambi khususnya Pendidikan Kimia dengan banyaknya prestasi sehinggan mendapatkan akreditasi A, menjadikan pelajaran kimia itu menyenangkan dan memberikan motivasi.
KIMIA ORGANIK 1
Sabtu, 14 Mei 2016
Senin, 11 April 2016
MISKONSEPSI
PADA PEMBELAJARAN KIMIA
Kimia merupakan suatu
bidang ilmu pengetahuan yang menekankan pada penguasaan konsep.
Dalam proses pembelajaran, konsep merupakan hal
yang perlu dipahami, dipelajari dan dikuasai oleh siswa. Konsep kimia terbentuk
dalam diri siswa secara berangsur-angsur melalui pengalaman dan
interaksi mereka dengan alam sekitarnya. Rendahnya penguasaan
konsep merupakan salah satu kendala dalam proses belajar mengajar dan dapat
berakibat pada rendahnya hasil belajar. Hal ini tak terkecuali pada pelajaran
kimia. Salah satu penyebab rendahnya penguasaan konsep kimia adalah adanya
miskonsepsi dan kondisi pembelajaran yang kurang memperhatikan konsepsi awal
(prakonsepsi) yang dimiliki siswa (Rahayu, 2011).
Setiap siswa memiliki konsepsi
awal (prakonsepsi) yang berbeda. Konsepsi yang dimiliki siswa terkadang
tidak sesuai dengan konsepsi yang dimiliki oleh para ilmuwan.
Jika konsepsi yang dimiliki siswa sama
dengan konsepsi yang dimiliki para ilmuwan, maka
konsepsi tersebut tidak dapat dikatakan salah. Namun, jika
konsepsi yang dimiliki siswa tidak sesuai dengan konsepsi para
ilmuwan, maka siswa tersebut dikatakan mengalami
miskonsepsi (Suparno, 2013).
Miskonsepsi dapat berbentuk konsep
awal, kesalahan hubungan yang tidak benar antara konsep-konsep, gagasan
intuitif atau pandangan yang salah. (Suparno, 2013).
Secara rinci, Fowler dan
Jaoude (dalam Salirawati, 2010) memandang miskonsepsi sebagai pengertian
yang tidak akurat tentang konsep, penggunaan konsep yang salah,
klasifikasi contoh-contoh yang salah tentang
penerapan konsep, pemaknaan konsep yang berbeda,
kekacauan konsep-konsep yang berbeda, dan hubungan
hirarkis konsep-konsep yang tidak benar.
Miskonsepsi yang
terjadi diantaranya adalah sebagai berikut :
Diantara miskonsepsi yang ditemukan
pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit adalah mengenai spesi-spesi
yang ada dalam suatu larutan. Siswa beranggapan bahwa serbuk NaCl hilang karena
dilarutkan dalam air dan ketika gula dilarutkan dalam air akan dihasilkan ion
dan molekul gula (Susanty, 2010). Sementara itu, pada penelitian
Sabaniati (2009) ditemukan miskonsepsi yaitu siswa beranggapan bahwa larutan
elektrolit lemah tidak menyebabkan lampu menyala, sementara larutan
nonelektrolit dapat menyebabkan lampu menyala redup. Namun belum ada penelitian
yang secara khusus mengidentifikasi miskonsepsi pada materi larutan elektrolit
dan nonelektrolit.
Dalam literatur pendidikan sains, banyak peneliti yang telah melakukan
penyelidikan terkait tingkat pemahaman dan miskonsepsi siswa. Menurut Suparno
(2013) miskonsepsi terdapat dalam semua bidang sains, termasuk kimia. Pada
bidang ilmu kimia, penelitian mengenai identifikasi miskonsepsi siswa telah
dilakukan pada topik ikatan kimia, energi ionisasi, pemisahan zat. Selain itu,
identifiksasi miskonsepsi pada materi konsep mol telah dilakukan oleh Vaudhi
pada tahun 2009, gaya antar molekul oleh Winami pada tahun 2006, stoikiometri
oleh Sembiring pada tahun 2004, hukum perbandingan tetap oleh Nuraini pada
tahun 2009, hukum gas oleh Robi’ah pada tahun 2009, asam basa oleh Al-‘Atiyyah
pada tahun 2004 (Fitriana, 2010), serta pada materi hidrokarbon oleh Annisa
(2013).
Oleh karena itu, penelitian tentang
miskonsepsi pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit juga penting untuk
dilakukan. Hal itu dikarenakan konsep mengenai larutan merupakan konsep dasar
dalam mempelajari kimia yaitu untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada
reaksi kimia dalam larutan mengingat banyak reaksi kimia yang melibatkan
ion-ion dalam larutan (Susanty, 2010).
Sabtu, 11 Oktober 2014
asal usul negri jambi
asal usul negri jambi
Putri Tangguk adalah seorang petani yang tinggal di Negeri Bunga Tanjung, Kecamatan Danau Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia. Ia memiliki sawah hanya seluas tangguk, [1] tetapi mampu menghasilkan padi yang sangat melimpah. Pada suatu hari, Putri Tangguk dikejutkan dengan sebuah peristiwa aneh di sawahnya. Ia mendapati tanaman padinya telah berubah menjadi rerumputan tebal. Mengapa tanaman padi Putri Tangguk secara ajaib berubah menjadi rumput? Temukan jawabannya dalam cerita Putri Tangguk berikut ini!
* * *
Alkisah, di Negeri Bunga, Kecamatan Danau Kerinci Jambi, ada seorang perempuan bernama Putri Tangguk. Ia hidup bersama suami dan tujuh orang anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, ia bersama suaminya menanam padi di sawahnya yang hanya seluas tangguk.Meskipun hanya seluas tangguk, sawah itu dapat menghasilkan padi yang sangat banyak. Setiap habis dipanen, tanaman padi di sawahnya muncul lagi dan menguning. Dipanen lagi, muncul lagi, dan begitu seterusnya. Berkat ketekunannya bekerja siang dan malam menuai padi, tujuh lumbung padinya yang besar-besar sudah hampir penuh. Namun, kesibukan itu membuatnya lupa mengerjakan pekerjaan lain. Ia terkadang lupa mandi sehingga dakinya dapat dikerok dengan sendok. Ia juga tidak sempat bersilaturahmi dengan tetangganya dan mengurus ketujuh orang anaknya.
Pada suatu malam, saat ketujuh anaknya sudah tidur, Putri Tangguk berkata kepada suaminya yang sedang berbaring di atas pembaringan.
“Bang! Adik sudah capek setiap hari menuai padi. Adik ingin mengurus anak-anak dan bersilaturahmi ke tetangga, karena kita seperti terkucil,” ungkap Putri Tangguk kepada suaminya.
“Lalu, apa rencanamu, Dik?” tanya suaminya dengan suara pelan.
“Begini Bang! Besok Adik ingin memenuhi ketujuh lumbung padi yang ada di samping rumah untuk persediaan kebutuhan kita beberapa bulan ke depan,” jawab Putri Tangguk.
“Baiklah kalau begitu. Besok anak-anak kita ajak ke sawah untuk membantu mengangkut padi pulang ke rumah,” jawab suaminya.
“Ya, Bang!” jawab Putri Tangguk.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tertidur lelap karena kelelahan setelah bekerja hampir sehari semalam. Ketika malam semakin larut, tiba-tiba hujan turun dengan deras. Hujan itu baru berhenti saat hari mulai pagi. akibatnya, semua jalan yang ada di kampung maupun yang menuju ke sawah menjadi licin.
Usai sarapan, Putri Tangguk bersama suami dan ketujuh anaknya berangkat ke sawah untuk menuai padi dan mengangkutnya ke rumah. Dalam perjalanan menuju ke sawah, tiba-tiba Putri Tangguk terpelesat dan terjatuh. Suaminya yang berjalan di belakangnya segera menolongnya. Walau sudah ditolong, Putri Tangguk tetap marah-marah.
“Jalanan kurang ajar!” hardik Putri Tangguk.
“Baiklah! Padi yang aku tuai nanti akan aku serakkan di sini sebagai pengganti pasir agar tidak licin lagi,” tambahnya.
Setelah menuai padi yang banyak, hampir semua padi yang mereka bawa diserakkan di jalan itu sehingga tidak licin lagi. Mereka hanya membawa pulang sedikit padi dan memasukkannya ke dalam lumbung padi. Sesuai dengan janjinya, Putri Tangguk tidak pernah lagi menuai padi di sawahnya yang seluas tangguk itu. Kini, ia mengisi hari-harinya dengan menenun kain. Ia membuat baju untuk dirinya sendiri, suami, dan untuk anak-anaknya. Akan tetapi, kesibukannya menenun kain tersebut lagi-lagi membuatnya lupa bersilaturahmi ke rumah tetangga dan mengurus ketujuh anaknya.
Pada suatu hari, Putri Tangguk keasyikan menenun kain dari pagi hingga sore hari, sehingga lupa memasak nasi di dapur untuk suami dan anak-anaknya. Putri Tangguk tetap saja asyik menenun sampai larut malam. Ketujuh anaknya pun tertidur semua. Setelah selesai menenun, Putri Tangguk pun ikut tidur di samping anak-anaknya.
Pada saat tengah malam, si Bungsu terbangun karena kelaparan. Ia menangis minta makan. Untungnya Putri Tangguk dapat membujuknya sehingga anak itu tertidur kembali. Selang beberapa waktu, anak-anaknya yang lain pun terbangun secara bergiliran, dan ia berhasil membujuknya untuk kembali tidur. Namun, ketika anaknya yang Sulung bangun dan minta makan, ia bukan membujuknya, melainkan memarahinya.
“Hei, kamu itu sudah besar! Tidak perlu dilayani seperti anak kecil. Ambil sendiri nasi di panci. Kalau tidak ada, ambil beras dalam kaleng dan masak sendiri. Jika tidak ada beras, ambil padi di lumbung dan tumbuk sendiri!” seru Putri Tangguk kepada anak sulungnya.
Oleh karena sudah kelaparan, si Sulung pun menuruti kata-kata ibunya. Namun, ketika masuk ke dapur, ia tidak menemukan nasi di panci maupun beras di kaleng.
“Bu! Nasi dan beras sudah habis semua. Tolonglah tumbukkan dan tampikan padi!” pinta si Sulung kepada ibunya.
“Apa katamu? Nasi dan beras sudah habis? Seingat ibu, masih ada nasi dingin di panci sisa kemarin. Beras di kaleng pun sepertinya masih ada untuk dua kali tanak. Pasti ada pencuri yang memasuki rumah kita,” kata Putri Tangguk.
“Ya, sudahlah kalau begitu. Tahan saja laparnya hingga besok pagi! Ibu malas menumbuk dan menampi beras, apalagi malam-malam begini. Nanti mengganggu tetangga,” ujar Putri Tangguk.
Usai berkata begitu, Putri Tangguk tertidur kembali karena kelelahan setelah menenun seharian penuh. Si Sulung pun kembali tidur dan ia harus menahan lapar hingga pagi hari.
Keesokan harinya, ketujuh anaknya bangun dalam keadaan perut keroncongan. Si Bungsu menangis merengek-rengek karena sudah tidak kuat menahan lapar. Demikian pula, keenam anaknya yang lain, semua kelaparan dan minta makan. Putri Tangguk pun segera menyuruh suaminya mengambil padi di lumbung untuk ditumbuk. Sang Suami pun segera menuju ke lumbung padi yang berada di samping rumah. Alangkah terkejutnya sang Suami saat membuka salah satu lumbung padinya, ia mendapati lumbungnya kosong.
“Hei, ke mana padi-padi itu?” gumam sang Suami.
Dengan perasaan panik, ia pun memeriksa satu per satu lumbung padinya yang lain. Namun, setelah ia membuka semuanya, tidak sebutir pun biji padi yang tersisa.
“Dik...! Dik...! Cepatlah kemari!” seru sang Suami memanggil Putri Tangguk.
“Ada apa, Bang?” tanya Putri Tangguk dengan perasaan cemas.
“Lihatlah! Semua lumbung padi kita kosong. Pasti ada pencuri yang mengambil padi kita,” jawab sang Suami.
Putri Tangguk hanya ternganga penuh keheranan. Ia seakan-akan tidak percaya pada apa yang baru disaksikannya.
“Benar, Bang! Tadi malam pencuri itu juga mengambil nasi kita di panci dan beras di kaleng,” tambah Putri Tangguk.
“Tapi, tidak apalah, Bang! Kita masih mempunyai harapan. Bukankah sawah kita adalah gudang padi?” kata Putri Tangguk.
Usai berkata begitu, Putri Tangguk langsung menarik tangan suaminya lalu berlari menuju ke sawah. Sesampai di sawah, alangkah kecewanya Putri Tangguk, karena harapannya telah sirna.
“Bang! Pupuslah harapan kita. Lihatlah sawah kita! Jangankan biji padi, batang padi pun tidak ada. Yang ada hanya rumput tebal menutupi sawah kita,” kata Putri Tangguk.
Sang Suami pun tidak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya tercengang penuh keheranan menyaksikan peristiwa aneh itu. Dengan perasaan sedih, Putri Tangguk dan suaminya pulang ke rumah. Kakinya terasa sangat berat untuk melangkah. Selama dalam perjalanan, Putri Tangguk mencoba merenungi sikap dan perbuatannya selama ini. Sebelum sampai di rumah, teringatlah ia pada sikap dan perlakuannya terhadap padi dengan menganggapnya hanya seperti pasir dan menyerakkannya di jalan yang becek agar tidak licin.
“Ya... Tuhan! Itukah kesalahanku sehingga kutukan ini datang kepada kami?” keluh Putri Tangguk dalam hati.
Sesampainnya di rumah, Putri Tangguk tidak dapat berbuat apa-apa. Seluruh badannya terasa lemas. Hampir seharian ia hanya duduk termenung. Pada malam harinya, ia bermimpi didatangi oleh seorang lelaki tua berjenggot panjang mengenakan pakaian berwarna putih.
“Wahai Putri Tangguk! Aku tahu kamu mempunyai sawah seluas tangguk, tetapi hasilnya mampu mengisi dasar Danau Kerinci sampai ke langit. Tetapi sayang, Putri Tangguk! Kamu orang yang sombong dan takabbur. Kamu pernah meremehkan padi-padi itu dengan menyerakkannya seperti pasir sebagai pelapis jalan licin. Ketahuilah, wahai Putri Tangguk...! Di antara padi-padi yang pernah kamu serakkan itu ada setangkai padi hitam. Dia adalah raja kami. Jika hanya kami yang kamu perlakukan seperti itu, tidak akan menjadi masalah. Tetapi, karena raja kami juga kamu perlakukan seperti itu, maka kami semua marah. Kami tidak akan datang lagi dan tumbuh di sawahmu. Masa depan kamu dan keluargamu akan sengsara. Rezekimu hanya akan seperti rezeki ayam. Hasil kerja sehari, cukup untuk dimakan sehari. Kamu dan keluargamu tidak akan bisa makan jika tidak bekerja dulu. Hidupmu benar-benar akan seperti ayam, mengais dulu baru makan....” ujar lelaki tua itu dalam mimpi Putri Tangguk.
Putri Tangguk belum sempat berkata apa-apa, orang tua itu sudah menghilang. Ia terbangun dari tidurnya saat hari mulai siang. Ia sangat sedih merenungi semua ucapan orang tua yang datang dalam mimpinya semalam. Ia akan menjalani hidup bersama keluarganya dengan kesengsaraan. Ia sangat menyesali semua perbuatannya yang sombong dan takabbur dengan menyerakkan padi untuk pelapis jalan licin. Namun, apalah arti sebuah penyesalan. Menyesal kemudian tiadalah guna.
* * *
Demikian cerita Putri Tangguk dari Provinsi Jambi. Cerita di atas tergolong mitos yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Di kalangan masyarakat Jambi, mitos ini sering dijadikan nasihat orang tua kepada anak-anaknya agar tidak menyia-nyiakan padi.
Pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah keburukan sifat sombong dan takabbur. Sifat ini tercermin pada sikap dan perilaku Putri Tangguk yang telah meremehkan padi dengan cara menyerakkannya di jalan yang licin sebagai pengganti pasir. Akibatnya, hidupnya menjadi sengsara karena padi-padi tersebut murka kepadanya.
Dari sini dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa harta dan pekerjaan dapat membuat seseorang lalai, lengah, dan tidak waspada dalam berbuat, sehingga mengakibatkan kebinasaan dan malapetaka. Orang yang memiliki sifat-sifat tersebut biasanya akan menyadari kesalahannya setelah tertimpa musibah. Sebagaimana dikatakan dalam ungkapan Melayu, “ingat setelah kena” (Tennas Effendy, 1995: 87). Hal ini tampak pada sikap dan perilaku Putri Tangguk, yang baru menyadari dan menyesali semua perbuatannya setelah tertimpa musibah, yakni padi ajaib enggan untuk kembali dan tumbuh lagi di sawahnya. (Samsuni /sas/104/10-08)
Sumber:
- Isi cerita diadaptasi dari Kaslani. 1998. Cerita Rakyat Dari Jambi 2. Jakarta: Grasindo.
- Anonim. “Kecamatan Danau Kerinci,“ http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Kerinci,_Kerinci, di akses tanggal 15 Oktober 2008.
- Effendy, Tennas. 1994/1995. “Ejekan” Terhadap Orang Melayu Riau dan Pantangan Orang Melayu Riau. Riau: Bappeda Tingkat I Riau.
Rabu, 10 September 2014
senyawa alkuna
ALKUNA
Pengertian Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon yang mengandung satu ikatan rangkap tiga di antara dua atom karbon. Catat bahwa akhir nama masing-masing adalah -una. Akhiran ini menunjukkan adanya rangkap tiga di dalam molekul. Rumus umum untuk alkuna ini adalah CnH2n-2. Alkuna juga merupakan contoh dari deret homolog.
Alkuna secara khusus ditandai dengan adanya ikatan rangkap tiga antara dua atom karbon. Kebanyakan ikatan kimia adalah ikatan tunggal, yang berarti terdiri dari dua ikatan elektron. Ikatan rangkap tiga, di sisi lain, terdiri dari enam ikatan elektron. Seperti kebanyakan hidrokarbon, banyak alkuna adalah molekul organik penting yang sering dipelajari dalam kimia organik.
Salah satu perhatian utama penelitian kimia organik adalah upaya mensintesis senyawa organik baru yang melibatkan sintesis alkuna. Alkuna seperti acetylene, misalnya, umum digunakan sebagai bahan bakar atau dapat berfungsi sebagai titik awal untuk menurunkan senyawa lain. Terdapat beberapa obat-obatan yang juga memiliki komponen alkuna seperti obat antijamur, antivirus, atau obat kontrasepsi.
Alkuna juga merupakan bagian sangat penting dari beberapa agen antitumor.Kompleks yang sangat-reaktif yang dikenal sebagai calicheamicins terdiri dari komponen organik dan alkuna yang mampu langsung menyerang DNA sel kanker. Alkuna disebut sebagai hidrokarbon tak jenuh karena karbon dalam sebuah alkuna tidak terikat dengan tiga atom hidrogen.
Ciri-ciri alkuna
· Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga
· Sifat-sifatnya menyerupai alkena, tetapi lebih reaktif
· Pembuatan : CaC2 + H2O → C2H2 + Ca(OH)2
· Sifat-sifat :
- Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak
- Suatu gas, tak berwarna, baunya khas
Penggunaan etuna :
Pada pengelasan : dibakar dengan O2 memberi suhu yang tinggi (± 3000oC), dipakai untuk mengelas besi dan baja
- Untuk penerangan
- Untuk sintesis senyawa lain
Sifat Fisika Alkuna
Sifat fisis alkuna, yakni titik didih mirip dengan alkana dan alkena. Semakin tinggi suhu alkena, titik didih semakin besar. Pada suhu kamar, tiga suhu pertama berwujud gas, suhu berikutnya berwujud cair sedangkan pada suhu yang tinggi berwujud padat.
Sifat Kimia Alkuna
Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi, polimerisasi, substitusi dan pembakaran
1. reaksi adisi pada alkuna
* Reaksi alkuna dengan halogen (halogenisasi)
* Reaksi alkuna dengan hidrogen halida
* Reaksi alkuna dengan hidrogen
2. Polimerisasi alkuna
3. Substitusi alkuna Substitusi (pengantian) pada alkuna dilakukan dengan menggantikan satu atom H yang terikat pada C=C di ujung rantai dengan atom lain.
4. Pembakaran alkuna Pembakaran alkuna (reaksi alkuna dengan oksigen) akan menghasilkan CO2 dan H2O.
2CH=CH + 5 O2 à 4CO2 + 2H2O
Struktur Alkuna
Alkuna merupakan golongan hidrokarbon yang memiliki ikatan ganda tiga (istilah "ganda tiga" digunakan untuk membedakan "rangkap dua" milik alkena). Dengan demikian alkuna juga termasuk hidrokarbon tidak jenuh. Rumus umum untuk senyawa alkuna adalah CnH2n-2. Karena sebuah senyawa alkuna memiliki minimal satu ikatan ganda tiga, maka senyawa alkuna yang paling kecil adalah etuna (C2H2) dengan rumus struktur HC≡CH. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa bentuk tiga dimensi dari etuna adalah linier, dengan sudut ikatan sebesar 180º dengan panjang ikatan sebesar 0,121 nm.
Tata Nama Alkuna
Aturan pemberian nama pada alkuna adalah sebagai berikut.
a. Rantai utama dipilih rantai terpanjang
b. Atom C yang mengandung ikatan rangkap pada rantai utama diberi nomor sekecil mungkin.
Contoh : 1CH≡2C─3CH2─4CH3
c. Bila rantai alkena bercabang, penomoran
dimulai dari ujung yang paling dekat dengan cabang, nama cabang di dahulukan.
contoh :
3-metil-2-butuna
3-etil-4-metil-1-pentuna
d. Jika suku alkuna mempunyai dua ikatan rangkap atau lebih, maka namanya diberi awalan sesuai jumlahnya (2=diuna, 3
= triuna, dan seterusnya)
3-metil-1,4-pentadiuna
ISOMER
Isomer pada suku alkuna terjadi karena perbedaan letak ikatan rangkap 3 (isomer posisi)dan adanya cabang pada rantai utama(isomer rantai)
Contoh : Isomer pada pentuna (C5H8)
posisi
Isomer Posisi
CH≡C─CH2─CH2─CH3 --> 1-pentuna
CH3─C≡C─CH2─CH3 --> 2-pentuna
Isomer rantai
CH≡C─CH─CH3 --> 3-metil-1-butuna
........I
.......CH3
1. Tuliskan rumus struktur senyawa 3,4-dimetil-1-pentuna!
Pemecahan
CH≡C─CH─CH─CH3
.............I........I
.. .....CH3..CH3
2. Tuliskan isomer senyawa pentuna (C5H8)
Pemecahan
Isomer posisi CH≡C─CH2─CH2─CH3 --> 1-pentuna
CH3─C≡C─CH2─CH3 --> 2-pentuna
Isomer rantai CH≡C─CH─CH3 --> 3-metil-1-butuna
....................................I
.................... ...CH3
Spektrum IR Alkuna
Frekuensi uluran C≡C alkuna terjadi pada 2100-2250 cm-1 (4,4-4,8 μm). Absorpsi ini sangat lemah dan mudah terbenam dalam bisingan (crowded) latar belakang spektrum. Namun tak ada gugus yang menyerap di daerah ini kecuali C≡N (gugus nitril) dan Si-H. Frekuensi uluran ≡C-H dijumpai pada kira-kira 3300 cm-1 (3,0 μm)sebagai suatu peak yang tajam.Spektrum NMR Alkuna
Suatu alkuna dengan tipe RC≡CR tak mempunyai proton yang bersifat asetilenik. Dengan demikian alkuna yang bersubstitusi ganda tidak mempunyai absorpsi NMR yang khas (tetapi pada bagian lain dari molekul dapat menimbilkan absorpsi). Suatu alkuna substitusi tunggal, RC≡CH menunjukkan absorpsi untuk proton alkunil pada nilai δ sekitar 3 ppm. Absorpsi ini tidak sebawah medan seperti absorpsi untuk proton vinil atau aril, karena proton alkunil terperisai oleh medan imbasan ikatan ganda tiga.
Pembuatan Alkuna
· Dehidrohalogenasi alkil halida
· Reaksi metal asetilida dengan alkil halida primer
Manfaat alkuna dalam kehidupan adalah:
- Gas asetilena (etuna) digunakan untuk bahan bakar las. Ketika asetilena dibakar dengan oksigen maka dapat mencapai suhu 3000º C. Suhu tinggi tersebut mampu digunakan untuk melelehkan logam dan menyatukan pecahan-pecahan logam.
- Asetilena terklorinasi digunakan sebagai pelarut. Asetilena klorida juga digunakan untuk bahan awal pembuatan polivinil klorida (PVC) dan poliakrilonitril.
- Karbanion alkuna merupakan nukleofil yang sangat bagus dan bisa digunakan untuk menyerang senyawa karbonil dan alkil halida untuk melangsungkan reaksi adisi. Dengan demikian sangat penting untuk menambah panjang rantai senyawa organik.
permasalahan
mengapa alkuna mempunyai sifat mudah meledak,dan bagaimana pengaruh sifat ini terhadap kegunaannya untuk pengelasan??
Langganan:
Postingan (Atom)